Mahasiswa Geodesi ITB wafat

assalamualaikum..
karena penasaran,tentang simpang siur berita yang ada masalah

kematian mahasiswa Geodesi, maka berikut berita yang

diberitakan pada milis TI-ITB:

Dwiyanto Wisnugroho, yang akrab dipanggil Wisnu (mohon maaf

jika terdapat kesalahan) merupakan salah satu peserta rangkaian

proses pembinaan anggota baru IMG yang akan ditutup dengan

acara akhir di Lembang,.

Acara tersebut didampingi tim dari AMP, yaitu suatu kesatuan

medis dari rekan-rekan mahasiswa kedokteran UnPad yang memang

sering dilibatkan dalam agenda-agenda kemahasiswaan ITB (HMIF

sendiri pernah melibatkan mereka). Sebelum keberangkatan,

rekan-rekan AMP telah melakukan tes medis untuk memastikan

kesehatan seluruh peserta, termasuk Wisnu,.

Berangkat sekitar pukul 09.00 menuju TKP dengan menggunakan

angkot yang dipesan hingga Dago Bengkok dan dilanjutkan dengan

berjalan kaki menanjak sejauh kira-kira 800 meter,.

Hingga sekitar 400 meter pertama, Wisnu mulai roboh dan dipapah

pada paruh kedua perjalanan sambil beristirahat di bawah

pengawasan panitia,.

Setibanya di lokasi, detil peristiwanya tidak begitu ingat,

yang pasti sempat beristirahat dan tentunya panitia memberi

perhatian lebih kepada Wisnu yang tadi sempat menunjukkan

gejala kurang sehat mengenai motivasinya untuk melanjutkan

acara juga kesiapan secara fisik dan mental,.

Hal yang sempat diingat adalah, sebelum akhirnya mendekati

waktu keberangkatan ke lokasi acara berikutnya, Wisnu sempat

diminta memikirkan masak-masak untuk melanjutkan atau tidak,

dengan panitia membiarkannya di sebuah ruangan sendirian dan

meminta beberapa rekannya untuk mengajaknya berdiskusi. Dan

sempat terjadi beberapa peristiwa sehingga panitia meragukan

ketidaksehatan Wisnu dan memang Wisnu akhirnya memutuskan untuk

melanjutkan acara,.

Hingga akhirnya sekitar pukul 21.00 persiapan berangkat ke rute

outbond dan sebelumnya telah diperiksa kembali kesehatan

peserta dan dengan berbagai rangkaian yang ada. Wisnu sempat

menunjukkan beberapa gejala gangguan kesehatan, mulai dari

buang air besar dan mengeluarkan busa dari mulutnya, hingga

akhirnya sekitar pukul 03.00 dini hari Minggu Wisnu tumbang,.

Panitia pun memutuskan mengistirahatkan dan memberikan

pertolongan pertama kepada Wisnu sebelum akhirnya menjelang

pukul 06.00 (ralat:pukul 02.55 almarhum sudah meninggal dunia)

akan dilarikan ke rumah sakit, namun ternyata Wisnu telah

tiada,.

berita ini dari milis TI-ITB05..mohon jangan berspekulasi

kecuali dari sumber yang jelas.

sbenarnya almarhum tidak mendapat kekerasan fisik ataupun

hukuman fisik..jadi penyebab kematian dikarenakan alasan ospek

itu kemungkinan tidak benar, karena bisa jadi alasannnya adalah

berbeda meski kematian pada saat almarhum sedang masa ospek.

Kalau ada kesalahan mohon diperbaiki..karena beritanya jg masih

simpang-siur..

wassalam..

berita terkait di link:

http://nusantaranews.wordpress.com/2009/02/10/mahasiswa-itb-tewas-perlukah-ospek/

3 Responses

  1. ATAS NAMA PENDIDIKAN

    Putih kapas dapat dilihat, putih hati berkeadaan. Demikianlah keadaanku kini, terbujur kaku di pusaran pembaringan dengan taburan do’a di atasnya. Ya.. memang… aku telah mati!! aku harap… Janganlah engkau terkejut karenanya… aku adalah mayat korban kekerasan atas nama pendidikan.

    Tahun 2008… aku putuskan untuk memulai perjalanan panjangku. Teknik Geodesi ITB menjadi pijakan utamaku. ITB.. salah satu Universitas besar… Impianku, ku mulai dari sana.

    Berjuta harapan dan terpaung jelas di kampus itu, menjadi orang besar di Indonesia… Menjadi orang berguna. Tujuanku satu, dapat mengarungi maghligai bahagia di masa mendatang.

    Setelah beberapa lama…

    Rencana tinggalah rencana. Semua sia-sia belaka… Kala ku tahu kekerasan menjadi legalitas disana. Dengan sangat terpaksa, satu persatu mimpi indahku terpaksa ku tanggalkan. Mimpiku membuatku terluka. Mimpiku membuat aku menderita. Aku kecewa… kecewa… sungguh kecewa…

    Di ITB, aku hanyalah sansak hidup yang berada dalam arena tinju pendidikan Universitas. Mereka bebas menamparku, meraka bebas menginjakku, mereka bebas memukulku, mereka meludahiku… mereka bebas melakukan kekerasan… semua demi nama pendidikan…

    Feb 2009… dengan berat hati, aku mengakhiri perjalananku. Ku tutup mataku… Ku hembuskan nafas terakhirku… Karena pendidikan mengajarkan kekarasan.

    sumber:http://www.asyiknyaduniakita.blogspot.com/

  2. @bintangcomp
    Terima kasih atas komen yang diberikan. Saya mengerti Anda merasakan kepedihan atas meninggalnya almarhum.

    Saya sebagai mahasiswa ITB turut merasakan duka cita atas wafatnya almarhum. Meski berbeda program studi, mahasiswa di seluruh ITB menyatakan belasungkawa atas kepergian almarhum.

    Namun, penyebab sebenarnya masih belum jelas sehingga perlu tindak lanjut untuk mengungkap kematian almarhum sebenarnya. Saya mohon teman2 pembaca mengerti.

    salam Ganesha..!!
    salam Mahasiswa..!!

  3. Sedih bacanya.

    Turut berduka

Leave a Reply